Leaves are gone. Branches just starring at the sky, feels that cold wind blows its face. Just cold, loneliness, and silence. I keep walking and seeing people walk through me. Leave me like a dry branches in the middle of freezing winter. Yeah seems like that.
It's too hard until i feel i can't breath. The air pass hardly through my lungs. The air feels harder and heavier. Leaving scars and scratches in every breath i take. For the god's sake, i miss her
I just wanna touch and talk directly even just a single "Hi". Everything makes no sense.
And they four, who always cheer me up, they aren't with me right now. I miss them too. How dare you all leave me like this?? Having vacation without me!
10 hari mereka pergi kayak sebulan. Semua kebisingan itu lenyap seketika. Mereka membawa semua pergi dan menyisakan keheningan dan kekosongan disini, bersamaku, disekelilingku. Sunyi.
Abi Fakhri Ramadhan. Yang paling berusaha buat punya ketawa serem tapi ngga pernah bisa. Punya posisi tidur paling aneh yang bisa berganti setiap kita noleh. Seseorang yang menurutku paling harus ada, atau gak semua bakal flat. Paling ribut, paling ngga bisa diem, tapi paling keren kalau lagi serius. Dan satu lagi, walaupun abi keliatannya cuek banget, tapi sebenernya baik dan care banget. Kayaknya sih
Mohammad Dany. Mein netter Bruder, mein boschafter Bruder, und auch mein lieber Bruder. Yang cinta banget sama dunia fotografi, desain, dan seorang movie maker. Orang yang menurutku paling susah ditebak. Bang Dany itu bisa jadi orang paling pendiam, keep calm, dan berwajah baik-baik. Tapi tunggu beberapa saat kemudian, kita bisa ngeliat dia berubah onehundredeighty degree. Ribut, semua perkataan dijadiin lagu, usil setengah mati, dan satu lagi yang ngga bisa dilupain. Muka sama ketawanya yang psikopat abiisss. Dan bang dany itu orang yang paling bisa ngebuat aku nyaman.
Yoha Taufiqul Hafiz Mofia. Kalau mau ngetik namanya, terpaksa harus ngecek dulu di buku tahunan, mastiin bener atau ngga. Om Apis itu om yang paling keren, fashionista, lucu, baik, dan paling cerewet. Paling suka ngebanggain kalau kulitnya itu putih dan selalu bilang, "Apis itu ganteng, kata mami apis". Ngga sih, om aku ini emang keren kok. Om apis yang menurutku orang yang paling enak dijadiin tempat curhat, tempat nangis, dan orang yang paling tepat buat dimintain solusi. Kalau lagi ada masalah, om apis selalu bisa jadi "pangeran berkuda putih" yang selalu menenangkan.
And the last one, Fuad Hamzah. Pamanku yang menurutku paket lengkap. Wieso?? Karna paman ini bisa semua. Main gitarnya keren, suaranya baguuus banget, bisa masak, jago basket, wajah cool (tapi ngga banget kalo udah main DOTA), shalatnya rajin, pokoknya lengkap. Dan satu lagi yang paling penting, bisa nyukur rambut *jan ngecek ang lai*. Tapi paman juga orang yang paling melankolis, yang bisa nangis kalo lagi nyanyi buat tante, pacarnya paman.
Setiap hal-hal yang aku ingat dari mereka kadang bisa membuat aku ketawa sendiri, geleng-geleng, guling-guling, dan ujung-ujungnya nangis sendiri kalo ingat kita bakal pisah. Anugerah dari Tuhan aku bisa bertemu dengan mereka.
Precious people, and my new family that i really love. I just feel that i'm so lucky and i'm grateful for it. Your existence already bring warmth, and smile in my life. Thanks for give me chance to know all of you.
I love you all :)


No comments:
Post a Comment